tokobuku online
image

TOKO BUKU AIMAN

A.YANI No. 412 Bandung


Telp. Toko 022-7235146
HP : 08122333806 (Pin BB 74818449) & 08172351735
Penerbit
Buku Terbaru
Komentar Terbaru
SLINK
image

ERDOGAN : Muadzin Istanbul Penakluk Sekularisme Turki
Penulis     : Syarif Taghian
No ISBN    : 978-979-592-5972
Cover       : Soft Cover
Tebal       : 536 halaman
Ukuran     :15.5 x 24.5
Harga       :Rp 89.000,0


 

image

FIQH Lima Mazhab
Penulis : Muhammad Jawad Mughniyah
Ukuran buku : 15 cm x 24 cm Tebal : xxxii + 706 Halaman
Sampul depan : Hard Cover
Penerbit : Lentera - Jakarta
ISBN : 979-880-14-5
Harga Rp. 125.000,-

Artikel (79)

Keywords: buku agama islam

MWC NU Membedah Kitab Tauhid

image


MWC NU Membedah Kitab Tauhid
Penulis : Drs. H. Buchari
Ukuran buku : 15,5 cm x  23,5 cm Tebal : 666 halaman
Sampul depan : Soft Cover
Penerbit : Laa Tasyuki Press - Surabaya
ISBN : 978-602-8455-05-3
Harga Rp 115.000,-


Sinopsis :


Sejak kecil saya suka lagu itu, meski saat itu belum tahu maksudnya apa, gara-gara sering dengar malah jadi hafal dan terns melekat hingga sekarang. Lagu itu berisi tentang sifat-sifatAllah yang wajib. Sifat wajib bagi Allah ada 20, yang 13 (nafsiyah, salbiyah, ma'ani) sudah disepakati para ulama Asy'ariyah dan yang 7 (ma'nawiyah) ulama masih berbeda pendapat. Masyarakat yang saya domisili di dalamnya sangat percaya atas kebenaran dua puluh sifat bagi Allah, bahkan diajarkan di madrasah-madrasah atau di Iingkungan keluarga, lalu menyalahkan kepada orang-orang yang tidak mau dengannya. Bila di tanya tentang dalilnya tidak menjawab. Jawabnya hanya pokoknya kamu lain line. Atau pokoknya ajaran kita sejak kecil ya itu, dan guru ulama kita mesti punya dalil yang kuat. Bila salah masak diajarkan?

Bongkar Kesesatan Debat Terbuka Kyai NU

image


Bongkar Kesesatan Debat Terbuka Kyai NU
Penulis : H. Mahrus Ali
Ukuran buku : 14,5 cm x  20 cm Tebal : 322 halaman
Sampul Depan : Soft Cover
Penerbit : Laa Tasyuki Press - Surabaya
ISBN : 978-602-8455-03-9
Harga Rp 50.000,-


Sinopsis :



Dukung Mantan Kyai NU!


Saya salut kalau Mantan Kyai NU tidak hadir karena alasan keamanan, bukan ber-arti tidak mau mempertahankan kebenaran tulisan dalam bukunya, tapi massa bila marah, maka akan bertindak anarkhis, Sudah cukup Imam Ahmad pernah di cambuk karena mempertahankan kebenaran yang bertentangan dengan ajaran mayoritas. Nabi Musa sampai pergi ke Madyan karena dikejar-kejar oleh tentara Fir’aun. Apakah Nabi Musa takut? Sebetulnya itu sekedar strategi. Buktinya Ustadz Mahrus All bersedia


Untuk Mengadakan Dialog Dengan Para Kyai Seputar Bukunya!


Bagaimana mau datang Ustadz Mahrus Ali, jika disinyalir ada pihak-pihak yang ingin melakukan tindakan destruktif ? Contoh kecilnya ketika GUS DUR turun keprabon pohon-pohon ditebangi, Amin Rais halal darahnya, menurunkan Pasukan pembela Gus Dur yang membawa sajam dan lain-lain.


Komentar Penulis : Masalah tidak hadir debat itu sebetulnya kecil sekali. Pertama debat seperti itu tidak akan bisa menuntaskan masalah. Sebab waktunya amat sedikit dan masalah yang harus di bahas dalam buku masih banyak. Sebab dalam debat itu, yang perlu di bahas banyak, bisa jadi dua buku. Sebab buku bantahan dari Kyai dan Tim penulis LBM NU Jember tersebut banyak kesalahan, bahkan boleh di kata senter kekeliruan dan kesesatan. Sadarkah! Bahwa Kyai anda tersesat? Bacalah penjelasan bantahan saya terhadab buku tersebut! Bila anda sudah membacanya, maka anda akan menyadari kesesatannya. Sedangkan debat yang menyertakan orang-orang awam, kadangkaia masa tidak bisa mengikuti pemahaman hadits yang terkadang rumit sekali. Karena itu, dalam muktamar NU, massa tidak perlu diikut sertakan, tapi cukup dari kalangan orang yang ahli dalam bidangnya. Pembaca yang budiman Insyaallah setelah menyimak yang satu ini, anda akan dapat berpikir secara rasional dan obyektif. Selamat Membaca.

Meredam Dahsyat Siksa Kubur

image



Meredam Dahsyatnya Siksa Kubur
Penulis : H. Mahrus Ali
Ukuran buku : 14,5 cm x  20 cm Tebal : 332 halaman
Sampul Depan : Soft Cover
Penerbit : Laa Tasyuki Press - Surabaya
ISBN : 978-979-16438-9-4
Harga Rp 50.000,-


Sinopsis :



Begitu dahsyatnya siksa kubur hingga orang-orang yang masih hidup pun merasa harus peduli kepada yang sudah meninggalkannya. Betapa banyak orang yang semasa hidupnya tak peduli dengan kehidupan dirinya, tetapi begitu akan meninggal merasa perlu berpesan agar dibantu dalam meringankan siksa kubur yang sepertinya sudah di ujung mata. Berbagai macam cara dilakukan seperti halnya Tabur bunga, tancap pohon dikuburannya, bahkan digelarnya tradisi baca Yasin-Tahlil beramai-ramai. yang katanya mampu meredam gejolak siksa dari malaikat yang galak. Adapula yang menyewa tukang baca al-Quran agar sudi membacanya di kuburan kerabatnya yang baru saja meninggal dunia.


Bahkan Kyai yang diundangnyapun tetap enjoy membacakan doa tahlil bersama, tak peduli itu mayat pencuri, koruptor, rentenir (pembudu' pesse) atau bahkan seorang yang pezinahpun, pokoknya dapat undangan, kan kyai itu sebagai pengayom masyarakat katanya! Wah, kalau begitu caranya beruntunglah orang-orang yang kaya, orang yang berprofesi bejat lainnya bisa dapat pensiun pahala dengan cara di tahlili. Jadi sebelum meninggal bisa pesan sekalian ninggalin amplop agar tiap hari tak sepi orang yang baca al-Quran di kuburannya kelak. Kalau perlu setiap hari setiap waktu selama 24 jam. Toh, semakin kaya semakin banyak orang yang bisa dikumpulin. Jadi. yang siksaannya ingin diperingan saat di kubur, cukup menyuruh orang kirim al-Fatihah. Yasin & Tahlil di kuburannya, lalu dibayar murah.


Konsep begini jelas merusak orang banyak. Orang akan cenderung bersikap menggampangkan dalam menjalani hidupnya. Tidak ada usaha sungguh-sungguh untuk melakukan kebaikan dan menjauhi kemungkaran. Yang ada dalam pikirannya adalah bagaimana nanti kalau mati, pesan untuk dibacakan surat al-Fatihah atau suruh orang lain membacakan Yasin & Tahlil. Budaya semacam ini ternyata sudah mengakar di mana-mana. Apakah kita tidak boleh meluruskan kesesatan tersebut!? Insyaallah penulis masih meneliti hubungan prilaku ummat islam di Indonesia yang bejat itu dengan ritual tahlillan tersebut.

Yasin Fadhilah Qur'an Kyai Ahli Bid'ah

image







Yasin Fadhilah Qur’an Kyai Ahli Bid’ah
Penulis : H.Mahrus Ali
Ukuran Buku : 14,5 cm x  21 cm Tebal : 277 halaman
Sampul Depan : Soft Cover
Penerbit : Laa Tasyuki Press - Surabaya
ISBN : 978-602-8455-01-5
Harga Rp. 50.000,-



Sinopsis :



YASIN FADHILAH QUR’AN KYAI AHLI BID’AH


Mengapa kalimat "Yasin" tidak dibiarkan sebagaimana mestinya, yaitu ditulis sekali saja dan cukup dibaca sekali. Bila ditulis tujuh kali nanti akan dibaca tujuh kali, sehingga cara membacanya akan berbeda dengan bacaan kaum muslimin di Medinah, Mekkah, atau di negara—negara lain. Bagaimana bila mereka membacanya enam kali, lalu di tempat lain dibaca tiga kali? Hal tersebut akan terjadi perbedaan kalimat-kalimat dalam al-Quran. Bisa jadi, nantinya kaum muslimin akan mirip dengan kaum kristiani yang memiliki empat Injil atau empat kitab suci.


Bagaimanakah kiranya jika kaum muslimin mempunyai empat al-Quran yang berbeda?


Menjaga kemurnian al-Quran merupakan tugas mulia. Segala sesuatu yang dapat merusak atau setidaknya mengganggu kemurnian al-Quran harus dicegah dan ditinggalkan secara total dan tidak boleh beredar agar tidak mengacaukan Surat Yasin yang asli. Bisa jadi, suatu saat nanti Yasin yang asli ditinggalkan, lalu masyarakat akan mengambil gantinya dengan menjunjung Yasin Fadhilah. Jadi, mereka akan beranggapan bahwa Yasin Fadhilah buatan kyainya lebih balk, lebih lengkap dan lebih mujarrab daripada Surat Yasin yang asli. Itulah resikonya bila dibiarkan tetap beredar


 

Buku Putih Kyai NU

image





Buku Putih Kyai NU
Penulis : Kyai Afrokhi Abdul Ghoni
Ukuran buku : 14,5 cm x  20 cm Tebal : 338 halaman
Sampul Depan : Soft Cover
Penerbit : Laa Tasyuki Press - Surabaya
ISBN : 978-979-16438-4-9
Harga Rp 50.000,-


Sinopsis :



Terus terang, Sampai diusia + 35th saya ini


termasuk Kiai ahli bid’ah yang tentunya doyan tawassul pada mayat atau penghuni kubur, sering juga tabarruk dengan kubur sang Wali atau Kyai, bahkan sering dipercaya untuk memimpin Ziarah Wall Songo dan juga tempat-­tempat yang dianggap keramat sekaligus menjadi imam tahlilan, ngalap berkah kubur, Marhabanan atau baca Barzanji, Diba’an, Maulidan, Haul dan Selamatan yang sudah berbau kesyirikan.


Semua yang bersifat Ta’abid atau ibadah kepada Allah harus ada dalil al­-Quran dan as-Sunnah yang telah di contohkan Rasulullah dan yang di saksikan sekaligus di amalkan oleh para sahabat, jadi tidak boleh grudak gruduk hanya mengikuti banyaknya orang yang mengamalkan tanpa adanya dasar atau dalil. Apa lagi yang mengamalkan seorang kyai atau orang yang di anggap kyai, maka kebanyakan kita langsung megikuti, karena punya anggapan bahwa amalan kyai mesti bener. Mestinya kita bertanya dulu kepada kyai biar tidak terjerumus dengan amalan yang dasarnya hanya kabar burung atau mengikuti kebanyakan nnanusia di permukaan bumi ini.


Untuk itulah buku ini saya susun sebagai koreksi total atas kekeliruan yang saya amalkan dan sekaligus merupakan permohonan maaf saya terhadap warga NAHDLOTUL ULAMA (NU) di manapun berada yang merasa saya sesatkan dalam kebid'ahan dari Marhabanan, baca Barzanji atau Diba’an, Maulidan, Haul dan Selamatan dari A sampai Z yang sudah berbau kesyirikan dan juga sebagai wujud pertaubatan saya. Semoga Allah senantiasa menerinna taubat dan mengampuni segala dosa-dosa saya yang lalu (Amin, Yarobbal Alamin).


Penjelasan yang begitu gamblang dari sang kyai tentang amaliah-amaliah bid’ah, syirik dan kufur kepada Allah yang pernah bellau ajarkan kepada ummat. Semoga pembaca akan menemukan hidayah dalam perenungan sebuah kebenaran, dan akan memperoleh pencerahan ilmu yang bermanfaat. Kita hanya mohon pertolongan kepada Allah serta kekuatan untuk senantiasa mampu meninggalkan amaliah yang bid'ah, syirik dan kufur kepada Allah.

Mantan Kiai NU Sesat Tanpa Sadar

image




Mantan Kiai NU
Sesat Tanpa Sadar
Penulis : H.Mahrus Ali
Ukuran buku : 15,5 cm x  23,5 cm Tebal : 600 halaman
Sampul depan : Soft Cover
Penerbit : Laa Tasyuki Press - Surabaya
ISBN : 978-979-16438-8-7
Harga Rp 80.000,-


Sinopsis :



Pro dan kontra banyak mewarnai penerbitan Serial Buku Mantan KYAI NU.


Karena sebagian orang ada yang tidak setuju, termasuk wartawan majalah NU “AULA” yang mewawancarai penerbit dimushallah atau langgarnya, sebagian dari mereka beranggapan bahwa masalah khilafiyah tak lagi relefan untuk diungkit-ungkit pada zaman sekarang ini, sedangkan ulama-ulama zaman dahulu sudah sepakat untuk menyatakan sikap bahwa perbedaan pendapat diantara para fuqaha’ sudah final dan tak perlu dipermasalahkan lagi. Lebih baik kita menerbitkan buku pencerahan untuk ummat, gito lho !


Allahu Akbar, apakah buku ini bukan merupakan pencerahan aqidah ummat?, mereka merasa khawatir jika banyak ummat ini terpengaruh buku tersebut, sehingga dakwah para kiai ahli bid’ah tak lagi didengar dan ajaran-ajarannya pun tak laku lagi diummat ini, karena banyak ummat yang telah sadar dari kesesatan yang selama ini mereka sandang, begitu melihat banyaknya kyai-kyai ahli bid’ah yang telah bertobat dari ajaran leluhurnya yang sesat tersebut.


Dan jejak langkah pertobatan Mantan KIAI NU, banyak diikuti oleh orang yang menginginkan selamat didunia dan akhirat, bukan saja dari kalangan awam, namun tokoh NU, semisal KH .Afrahi Abdul Ghoni, Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren “Rahmatullah”, Mantan A’wan Syuriah MWC NU-Kediri. Riduwan putra Kyai-Malang, Drs. H. Buchari Mantan aktivis sejak 1965 jabatan terakhirnya Mustasyar MWC NU Tanggamus dan Hakim Tinggi Pengadilan Agama Serang-Banten, dan Keturunan Arab Ahmad Bin Thalib Mantan Dukun berbaju Habib dan masih banyak lagi. Sehingga wajar orang, mempertahankan ajaran Bid’ah, Syirik dan Kufur kepada Allah keberatan atas terbitnya risalah ini.

« 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 »

Copyright © 2017 tokobukuaiman · All Rights Reserved