tokobuku online
image

TOKO BUKU AIMAN

A.YANI No. 412 Bandung


Telp. Toko 022-7235146
HP : 08122333806 (Pin BB 74818449) & 08172351735
Penerbit
Buku Terbaru
Komentar Terbaru
SLINK
image

ERDOGAN : Muadzin Istanbul Penakluk Sekularisme Turki
Penulis     : Syarif Taghian
No ISBN    : 978-979-592-5972
Cover       : Soft Cover
Tebal       : 536 halaman
Ukuran     :15.5 x 24.5
Harga       :Rp 89.000,0


 

image

FIQH Lima Mazhab
Penulis : Muhammad Jawad Mughniyah
Ukuran buku : 15 cm x 24 cm Tebal : xxxii + 706 Halaman
Sampul depan : Hard Cover
Penerbit : Lentera - Jakarta
ISBN : 979-880-14-5
Harga Rp. 125.000,-

Meredam Dahsyat Siksa Kubur

image


Meredam Dahsyatnya Siksa Kubur
Penulis : H. Mahrus Ali
Ukuran buku : 14,5 cm x  20 cm Tebal : 332 halaman
Sampul Depan : Soft Cover
Penerbit : Laa Tasyuki Press - Surabaya
ISBN : 978-979-16438-9-4
Harga Rp 50.000,-

Sinopsis :

Begitu dahsyatnya siksa kubur hingga orang-orang yang masih hidup pun merasa harus peduli kepada yang sudah meninggalkannya. Betapa banyak orang yang semasa hidupnya tak peduli dengan kehidupan dirinya, tetapi begitu akan meninggal merasa perlu berpesan agar dibantu dalam meringankan siksa kubur yang sepertinya sudah di ujung mata. Berbagai macam cara dilakukan seperti halnya Tabur bunga, tancap pohon dikuburannya, bahkan digelarnya tradisi baca Yasin-Tahlil beramai-ramai. yang katanya mampu meredam gejolak siksa dari malaikat yang galak. Adapula yang menyewa tukang baca al-Quran agar sudi membacanya di kuburan kerabatnya yang baru saja meninggal dunia.

Bahkan Kyai yang diundangnyapun tetap enjoy membacakan doa tahlil bersama, tak peduli itu mayat pencuri, koruptor, rentenir (pembudu' pesse) atau bahkan seorang yang pezinahpun, pokoknya dapat undangan, kan kyai itu sebagai pengayom masyarakat katanya! Wah, kalau begitu caranya beruntunglah orang-orang yang kaya, orang yang berprofesi bejat lainnya bisa dapat pensiun pahala dengan cara di tahlili. Jadi sebelum meninggal bisa pesan sekalian ninggalin amplop agar tiap hari tak sepi orang yang baca al-Quran di kuburannya kelak. Kalau perlu setiap hari setiap waktu selama 24 jam. Toh, semakin kaya semakin banyak orang yang bisa dikumpulin. Jadi. yang siksaannya ingin diperingan saat di kubur, cukup menyuruh orang kirim al-Fatihah. Yasin & Tahlil di kuburannya, lalu dibayar murah.

Konsep begini jelas merusak orang banyak. Orang akan cenderung bersikap menggampangkan dalam menjalani hidupnya. Tidak ada usaha sungguh-sungguh untuk melakukan kebaikan dan menjauhi kemungkaran. Yang ada dalam pikirannya adalah bagaimana nanti kalau mati, pesan untuk dibacakan surat al-Fatihah atau suruh orang lain membacakan Yasin & Tahlil. Budaya semacam ini ternyata sudah mengakar di mana-mana. Apakah kita tidak boleh meluruskan kesesatan tersebut!? Insyaallah penulis masih meneliti hubungan prilaku ummat islam di Indonesia yang bejat itu dengan ritual tahlillan tersebut.

Yasin Fadhilah Qur'an Kyai Ahli Bid'ah

image

Yasin Fadhilah Qur’an Kyai Ahli Bid’ah
Penulis : H.Mahrus Ali
Ukuran Buku : 14,5 cm x  21 cm Tebal : 277 halaman
Sampul Depan : Soft Cover
Penerbit : Laa Tasyuki Press - Surabaya
ISBN : 978-602-8455-01-5
Harga Rp. 50.000,-

Sinopsis :

YASIN FADHILAH QUR’AN KYAI AHLI BID’AH

Mengapa kalimat "Yasin" tidak dibiarkan sebagaimana mestinya, yaitu ditulis sekali saja dan cukup dibaca sekali. Bila ditulis tujuh kali nanti akan dibaca tujuh kali, sehingga cara membacanya akan berbeda dengan bacaan kaum muslimin di Medinah, Mekkah, atau di negara—negara lain. Bagaimana bila mereka membacanya enam kali, lalu di tempat lain dibaca tiga kali? Hal tersebut akan terjadi perbedaan kalimat-kalimat dalam al-Quran. Bisa jadi, nantinya kaum muslimin akan mirip dengan kaum kristiani yang memiliki empat Injil atau empat kitab suci.

Bagaimanakah kiranya jika kaum muslimin mempunyai empat al-Quran yang berbeda?

Menjaga kemurnian al-Quran merupakan tugas mulia. Segala sesuatu yang dapat merusak atau setidaknya mengganggu kemurnian al-Quran harus dicegah dan ditinggalkan secara total dan tidak boleh beredar agar tidak mengacaukan Surat Yasin yang asli. Bisa jadi, suatu saat nanti Yasin yang asli ditinggalkan, lalu masyarakat akan mengambil gantinya dengan menjunjung Yasin Fadhilah. Jadi, mereka akan beranggapan bahwa Yasin Fadhilah buatan kyainya lebih balk, lebih lengkap dan lebih mujarrab daripada Surat Yasin yang asli. Itulah resikonya bila dibiarkan tetap beredar

 

Buku Putih Kyai NU

image


Buku Putih Kyai NU
Penulis : Kyai Afrokhi Abdul Ghoni
Ukuran buku : 14,5 cm x  20 cm Tebal : 338 halaman
Sampul Depan : Soft Cover
Penerbit : Laa Tasyuki Press - Surabaya
ISBN : 978-979-16438-4-9
Harga Rp 50.000,-

Sinopsis :

Terus terang, Sampai diusia + 35th saya ini

termasuk Kiai ahli bid’ah yang tentunya doyan tawassul pada mayat atau penghuni kubur, sering juga tabarruk dengan kubur sang Wali atau Kyai, bahkan sering dipercaya untuk memimpin Ziarah Wall Songo dan juga tempat-­tempat yang dianggap keramat sekaligus menjadi imam tahlilan, ngalap berkah kubur, Marhabanan atau baca Barzanji, Diba’an, Maulidan, Haul dan Selamatan yang sudah berbau kesyirikan.

Semua yang bersifat Ta’abid atau ibadah kepada Allah harus ada dalil al­-Quran dan as-Sunnah yang telah di contohkan Rasulullah dan yang di saksikan sekaligus di amalkan oleh para sahabat, jadi tidak boleh grudak gruduk hanya mengikuti banyaknya orang yang mengamalkan tanpa adanya dasar atau dalil. Apa lagi yang mengamalkan seorang kyai atau orang yang di anggap kyai, maka kebanyakan kita langsung megikuti, karena punya anggapan bahwa amalan kyai mesti bener. Mestinya kita bertanya dulu kepada kyai biar tidak terjerumus dengan amalan yang dasarnya hanya kabar burung atau mengikuti kebanyakan nnanusia di permukaan bumi ini.

Untuk itulah buku ini saya susun sebagai koreksi total atas kekeliruan yang saya amalkan dan sekaligus merupakan permohonan maaf saya terhadap warga NAHDLOTUL ULAMA (NU) di manapun berada yang merasa saya sesatkan dalam kebid'ahan dari Marhabanan, baca Barzanji atau Diba’an, Maulidan, Haul dan Selamatan dari A sampai Z yang sudah berbau kesyirikan dan juga sebagai wujud pertaubatan saya. Semoga Allah senantiasa menerinna taubat dan mengampuni segala dosa-dosa saya yang lalu (Amin, Yarobbal Alamin).

Penjelasan yang begitu gamblang dari sang kyai tentang amaliah-amaliah bid’ah, syirik dan kufur kepada Allah yang pernah bellau ajarkan kepada ummat. Semoga pembaca akan menemukan hidayah dalam perenungan sebuah kebenaran, dan akan memperoleh pencerahan ilmu yang bermanfaat. Kita hanya mohon pertolongan kepada Allah serta kekuatan untuk senantiasa mampu meninggalkan amaliah yang bid'ah, syirik dan kufur kepada Allah.

Mantan Kiai NU Sesat Tanpa Sadar

image

Mantan Kiai NU
Sesat Tanpa Sadar
Penulis : H.Mahrus Ali
Ukuran buku : 15,5 cm x  23,5 cm Tebal : 600 halaman
Sampul depan : Soft Cover
Penerbit : Laa Tasyuki Press - Surabaya
ISBN : 978-979-16438-8-7
Harga Rp 80.000,-

Sinopsis :

Pro dan kontra banyak mewarnai penerbitan Serial Buku Mantan KYAI NU.

Karena sebagian orang ada yang tidak setuju, termasuk wartawan majalah NU “AULA” yang mewawancarai penerbit dimushallah atau langgarnya, sebagian dari mereka beranggapan bahwa masalah khilafiyah tak lagi relefan untuk diungkit-ungkit pada zaman sekarang ini, sedangkan ulama-ulama zaman dahulu sudah sepakat untuk menyatakan sikap bahwa perbedaan pendapat diantara para fuqaha’ sudah final dan tak perlu dipermasalahkan lagi. Lebih baik kita menerbitkan buku pencerahan untuk ummat, gito lho !

Allahu Akbar, apakah buku ini bukan merupakan pencerahan aqidah ummat?, mereka merasa khawatir jika banyak ummat ini terpengaruh buku tersebut, sehingga dakwah para kiai ahli bid’ah tak lagi didengar dan ajaran-ajarannya pun tak laku lagi diummat ini, karena banyak ummat yang telah sadar dari kesesatan yang selama ini mereka sandang, begitu melihat banyaknya kyai-kyai ahli bid’ah yang telah bertobat dari ajaran leluhurnya yang sesat tersebut.

Dan jejak langkah pertobatan Mantan KIAI NU, banyak diikuti oleh orang yang menginginkan selamat didunia dan akhirat, bukan saja dari kalangan awam, namun tokoh NU, semisal KH .Afrahi Abdul Ghoni, Pendiri dan Pengasuh Pondok Pesantren “Rahmatullah”, Mantan A’wan Syuriah MWC NU-Kediri. Riduwan putra Kyai-Malang, Drs. H. Buchari Mantan aktivis sejak 1965 jabatan terakhirnya Mustasyar MWC NU Tanggamus dan Hakim Tinggi Pengadilan Agama Serang-Banten, dan Keturunan Arab Ahmad Bin Thalib Mantan Dukun berbaju Habib dan masih banyak lagi. Sehingga wajar orang, mempertahankan ajaran Bid’ah, Syirik dan Kufur kepada Allah keberatan atas terbitnya risalah ini.

Mantan Kiai NU Menggugat Tahlilan, Istighosahan dan Ziarah Para Wali

image


Mantan Kiai NU
Menggugat Tahlilan, Istighosahan dan Ziarah Para Wali
Penulis : H.Mahrus Ali
Ukuran Buku : 15,5 cm x  23,5 cm Tebal : 612 halaman
Sampul Depan : Soft Cover
Penerbit : Laa Tasyuki Press - Surabaya
ISBN : 978-979-16438-3-2
Harga Rp. 80.000,-

Sinopsis :

“Mana dalilnya? Kok enak saja ngomongin tahlilan, selamatan dan ziarah wall, dikatakan bid’ah. Itukan hanya omongan orang-orang yang anti tahlilan, Coba! tunjukkan mana yang salah dalam amalan kami ini? Dzikir-dzikir yang dibacakan banyak dari ayat al-Qur'an dan meng-Agungkan asma Allah, bukan mantra-mantra, gitu kok dikatakan bid'ah!!! Lihat keberhasilan dakwah kami, yang begitu menyentuh hati sehingga banyak umat yang simpati, dari kalangan awam sampai cendekiawan bahkan kalangan istana pun ikut-ikutan latah! Bukan seperti dakwah mereka yang bisanya hanya membid'ahkan dan memojokkan golongan orang yang doyan tahlillan, bahkan menegaskan akan masuk ke dalam neraka. Coba lihat, buku-buku mereka yang anti tahlilan, intinyakan hanya bisa menggugat dan mengkritik amaliah-amaliah kami yang populer dan sudah mengakar di hati umat ini! Judulnya pun banyak yang membingungkan dan memecah belah persatuan antar umat, diantaranya: Tahlii dan Selamatan Menurut Madzhab Yasinan, Tahlillan dan Selamatan. Itukan hasyud dan iri hati dengan kesuksesan dakwah kami”

Namun bagaimana jika yang menggugat semua amalan yang bid'ah, syirik dan kufur kepada Allah -St tersebut adalah seorang mantan KIAI sang pelaku bid'ah itu sendiri, yang pasti doyan dengan tahlilan, selamatan, istighosahan dan ziarah wall atau ke tempat-tempat yang dianggap keramat. Tentunya Pak KIAI ini dengan membawa dalil dari al-Qur'an dan as-Sunnah yang shohih, bukan asal­asalan dan nglantur asal ngomong yang tidak berdalil. Apakah ada yang masih tidak percaya? Bahwa semua amaliah yang mereka kerjakan tersebut bid'ah dan tertolak yang harus ditinggalkan dan dijauhi sejauh-jauhnya!

Generasi sekarang sudah waktunya untuk senantiasa belajar agama kepada ahli hadits yang shohih dan harus berani menolak tuntunan atau ajaran yang tidak pernah dicontohkan Rasulullah 4t, bukan malah latah ikut-ikutan orang sesat yang menyesatkan. Kalau bukan Rasulullah siapa lagi teladan kita? Apa mbah kiai, ustadz, habib atau orang yang kita anggap alim? Agar amaliah yang kita kerjakan dari usia baligh sampai tua tidak sia-sia belaka, dan kita tidak akan kecewa di akhir hayat nanti. Sungguh apa yang dipaparkan oleh Mantan KIAI NU dalam buku ini, tidak berlebihan dan mengada-ada. la begitu jelas dan gamblang. Disertakan juga hadits-hadits yang shohih dan kitab referensi mulai dari Imam Syafi'i sebagai panutan mayoritas umat Islam di Indonesia, sampai para ulama Saudi yang pasti tingkat ketauhidannya sudah diakui oleh seluruh ulama dunia.

Mantan Kiai NU Menggugat Sholawat & Dzikir Syikir

image

Mantan Kiai NU Menggugat
Sholawat & Dzikir Syikir
Penulis : H.Mahrus Ali
Ukuran Buku : 14 cm x  21 cm Tebal : 334 halaman
Sampul Depan : Soft Cover
Penerbit : Laa Tasyuki Press - Surabaya
ISBN : 978-979-16438-0-1
Harga Rp. 50.000,-

Sinopsis :

 

« 1 2 3 »

Copyright © 2017 tokobukuaiman · All Rights Reserved