
A.YANI No. 412 Bandung
Rukshah Shalat
keringanan-keringanan dalam Shalat
Penulis : DR. Ali Abul Bashal
Ukuran buku : 14 cm x 21 cm Tebal : xiv+ 286 halaman
Sampul depan : Soft Cover
Penerbit : Akbar Media Jakarta
ISBN : 978-602-9215-13-7
Harga Rp. 35.000,-
FIQH Lima Mazhab
Penulis : Muhammad Jawad Mughniyah
Ukuran buku : 15 cm x 24 cm Tebal : xxxii + 706 Halaman
Sampul depan : Hard Cover
Penerbit : Lentera - Jakarta
ISBN : 979-880-14-5
Harga Rp. 125.000,-
Hidup Sehat dengan Shalat
Penulis : Syaikh Muhammad Al-Utsaimin, Et all
Ukuran buku : 14 cm x 21 cm Tebal : viii+ 282 halaman
Sampul depan : Hard Cover
Penerbit : Akbar Media Jakarta
ISBN : 978-602-9215-12-0
Harga Rp. 49.500,-
Al-Lulu wal Marjan
Penulis : Muhammad Fuad Abdul Baqi
Ukuran buku : 14,5 cm x 25,5 cm
Sampul depan : Hard Cover
Penerbit : Pustaka Al-kautsar - Jakarta
Harga Jilid 1 Rp. 62.000,-
Harga Jilid 2 Rp. 72.000,-
Harga Jilid 1 Rp. 80.000,-


Yasin Fadhilah Qur’an Kyai Ahli Bid’ah
Penulis : H.Mahrus Ali
Ukuran Buku : 14,5 cm x 21 cm Tebal : 277 halaman
Sampul Depan : Soft Cover
Penerbit : Laa Tasyuki Press - Surabaya
ISBN : 978-602-8455-01-5
Harga Rp. 50.000,-
Sinopsis :
YASIN FADHILAH QUR’AN KYAI AHLI BID’AH
Mengapa kalimat "Yasin" tidak dibiarkan sebagaimana mestinya, yaitu ditulis sekali saja dan cukup dibaca sekali. Bila ditulis tujuh kali nanti akan dibaca tujuh kali, sehingga cara membacanya akan berbeda dengan bacaan kaum muslimin di Medinah, Mekkah, atau di negara—negara lain. Bagaimana bila mereka membacanya enam kali, lalu di tempat lain dibaca tiga kali? Hal tersebut akan terjadi perbedaan kalimat-kalimat dalam al-Quran. Bisa jadi, nantinya kaum muslimin akan mirip dengan kaum kristiani yang memiliki empat Injil atau empat kitab suci.
Bagaimanakah kiranya jika kaum muslimin mempunyai empat al-Quran yang berbeda?
Menjaga kemurnian al-Quran merupakan tugas mulia. Segala sesuatu yang dapat merusak atau setidaknya mengganggu kemurnian al-Quran harus dicegah dan ditinggalkan secara total dan tidak boleh beredar agar tidak mengacaukan Surat Yasin yang asli. Bisa jadi, suatu saat nanti Yasin yang asli ditinggalkan, lalu masyarakat akan mengambil gantinya dengan menjunjung Yasin Fadhilah. Jadi, mereka akan beranggapan bahwa Yasin Fadhilah buatan kyainya lebih balk, lebih lengkap dan lebih mujarrab daripada Surat Yasin yang asli. Itulah resikonya bila dibiarkan tetap beredar