tokobuku online
image

TOKO BUKU AIMAN

A.YANI No. 412 Bandung


Telp. Toko 022-7235146
HP : 08122333806 (Pin BB 74818449) & 08172351735
Penerbit
Buku Terbaru
Komentar Terbaru
SLINK
image

ERDOGAN : Muadzin Istanbul Penakluk Sekularisme Turki
Penulis     : Syarif Taghian
No ISBN    : 978-979-592-5972
Cover       : Soft Cover
Tebal       : 536 halaman
Ukuran     :15.5 x 24.5
Harga       :Rp 89.000,0


 

image

FIQH Lima Mazhab
Penulis : Muhammad Jawad Mughniyah
Ukuran buku : 15 cm x 24 cm Tebal : xxxii + 706 Halaman
Sampul depan : Hard Cover
Penerbit : Lentera - Jakarta
ISBN : 979-880-14-5
Harga Rp. 125.000,-

Mantan Kiai NU Amaliayah Sesat di Bulan Ramadhan

image


Mantan Kiai NU
Amaliayah Sesat di Bulan Ramadhan
Penulis : H.Mahrus Ali
Ukuran buku : 15,5 cm x  23,5 cm Tebal : 554 halaman
Sampul Depan : Soft Cover
Penerbit : Laa Tasyuki Press - Surabaya
ISBN : 978-979-16438-6-3
Harga Rp 77.500,-

Sinopsis :

Tradisi dan amaliah dibulan Ramadhan, seperti Ruwahan, Megengan, shalat tarawih 20 rakaat dan berdzikir dengan suara keras setelah melakukan salam pada shalat tarawih, begitu pula perkataan Imam atau Bilal, “Asshalaatu Yarhakumullah”, tidak pernah disyariatkan oleh Rasulullah, tidak pula oleh para sahabat maupun orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Oleh karena itu hendaktah kita merasa cukup dengan sesuatu yang telah mereka contohkan. Seluruh kebaikan adalah dengan mengikuti jejak mereka dan segata keburukan adalah dengan membuat-buat perkara baru yang tidak

ada tuntunannya dari mereka.

Jika kita cermati hampir semua Tradisi dan budaya yang dilakukan oleh mayoritas orang-orang NU, tidak bisa lepas dari peran para Kyai yang menyampaikan dakwah Islam ini dengan mengadopsi budaya lokal setempat.

Apakah Rasutullah,   berdakwah dengan cara mencampur adukkan budaya Jahiliyah!? apalagi Ruwahan, Megengan, dan Lain-Lainnya, tambah aneh lagi dan bukan budaya para sahabat atau ulama terdahutu. la sekedar budaya Kyai ahli bid’ah, tidak pernah saya lihat budaya dan tradisi tersebut dilakukan di kalangan masyarakat Makkah, Madinah, Muhammadiyah, apalagi dari kalangan salafy !

 

Buku ini akan memaparkan secara terperinci, jelas dan gamblang, bahwa amatiyah yang sudah berurat dan berakar, sudah tentu telah menjadi tradisi dan budaya orang-orang NU dibulan Ramadhan, ternyata tidak memiliki landasan hukum yang kuat, baik dari al-Quran maupun al-Hadits Rasulullah yang shahih !

 

Kalau hanya sekedar hadits dha’if dan palsu sebagai sandaran amaliahnya, apalagi hanya kata kyai fulan A-B-C-D, ya sudah kacau pemahaman agamanya, karena mereka sudah berani berdusta atas nama Nabi, dalam mengamalkan amaliahnya. Sebab penyebaran hadist lemah dan palsu itu berarti penyebaran kedustaan kepada Rasulullah, yang akan membahayakan dirinya.

Sebagaimana sabda Nabi: "Sesungguhnya berbuat bohong kepadaku tidak sebagaimana kebohongan kepada seseorang. Barang siapa berbuat kedustaan kepadaku dengan sengaja bertempatlah di tempat duduknya di neraka (masuk nerakalah).''(MuttafaqAlaih}.

Mudah-mudahan kita sadar, dengan adanya Risalah ini, kita tidak akan mau lagi menggunakan hadist-hadist lemah, apalagi hadits palsu sebagai landasan amaliah kita, baik dibulan Ramadhan atau diluar Ramadhan.


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 8+8+6

Copyright © 2017 tokobukuaiman · All Rights Reserved