tokobuku online
image

TOKO BUKU AIMAN

A.YANI No. 412 Bandung


Telp. Toko 022-70985817
HP : 08122333806 (Pin BB 22BA33E2) & 08172351735
Penerbit
Buku Terbaru
Komentar Terbaru
SLINK
image

ERDOGAN : Muadzin Istanbul Penakluk Sekularisme Turki
Penulis     : Syarif Taghian
No ISBN    : 978-979-592-5972
Cover       : Soft Cover
Tebal       : 536 halaman
Ukuran     :15.5 x 24.5
Harga       :Rp 89.000,0


 

image

FIQH Lima Mazhab
Penulis : Muhammad Jawad Mughniyah
Ukuran buku : 15 cm x 24 cm Tebal : xxxii + 706 Halaman
Sampul depan : Hard Cover
Penerbit : Lentera - Jakarta
ISBN : 979-880-14-5
Harga Rp. 125.000,-

Shalawat Gus Dur ?

image

Shalawat Gus Dur ?
Syi’ir tanpa waton
Penulis : H.Mahrus Ali
Ukuran buku : 14,5 cm x  21 cm Tebal : 316 halaman
Sampul depan : Soft Cover
Penerbit : Laa Tasyuki Press - Surabaya
ISBN : 978-6028-455-114
Harga Rp 55.900,-


Sinopsis :

Ya Rasulullah..Salamun Alaik.., Ya Refi’a Syani wad Daraji 'Atfata yaji ratal Alami...

Ya Uhailaljudi wal karami ..Syi’ir ini banyak diputar di masjid-masjid NU, sebelum dikumandangkan adzan, bahkan sampai ada yang 5 kali dalam sehari.

Lirik Syi’ir ini, dilantunkan dengan diawali dengan istighfar:"Astaghfirullah rabbal

baraya Astaghfirullah Minal khataya Rabbi zidniy ‘ilman nafi'a wa wafiwny ‘amalan Shaliha. Syri’iran ini benar-benar bikin hati terenyuh !

Terutama syai’r basa jawanya sangat menyentuh hati dan enak didengarkan: ”Ngawiti ingsun nglarasa syi'iran…….. kelawan muji maring Pengeran…..

Kong paring rahmat lan kenikmatan... Rino wengine tanpo pitungan ... 2x

Duh bolo konco…. priyo wanito ojo mung ngaji syare'at bloko….

Gur pinter ndongeng nulls Ian moco Tembe mburine bakal sangsoro ... 2x

Merinding rasanya saat mendengar syi'irannya, beginilah Ngaji sejak Zaman Para Wali dahulu.

Syi’ir “Tanpo Waton" ini adalah karya KH. Mohammad Nizam, Pengelola Ponpes “Ahlus Shofa Wal Wafa”' Simoketawang, Wonoayu, Krian- “Sekarang banyak yang hafal al-Qur’an dan Hadits tapi malah suka mengkafir-kafirkan orang lain, padahal dirinya sendiri belum tentu benarnya” .—mendalam sekali maknanya, susah diamalkan meski bukan mustahil— Memang benar ilmu hakekat, bukan ilmu sesat. al-Qur'an Qadim—semua buat kita renungkan—al-Qur’an Qadim tanpa ditulis tapi bisa dibaca.

Syi’ir itu bergema di mana-mana.Nyaris di seantero tanah Jawa. Mengalun merdu dari pengeras suara di Mushalla, Langgar, Surau dan Masjid. Dan selalu menjadi lagu pujian sebelum masuknya Shalat lima waktu. Akan tetapi lama-lama kepopulerannya menjadi sesuatu yang sangat memprihatinkan. Mengapa ? Untuk mengetahui semua ini maka simaklah dengan seksama, pasti anda akan mendapatkan gambarannya dalam buku ini.

Tobatnya Putra Sang Kyai

image

Tobatnya Putra Sang Kyai
Penulis : Gus Riduwan
Ukuran Buku : 14,5 cm x  21 cm Tebal : 360 halaman
Sampul Depan : Soft Cover
Penerbit : Laa Tasyuki Press - Surabaya
ISBN : 978-602-8455-04-6
Harga Rp. 52.000,-

Sinopsis :

M ulailah terjadi pada diri saya rasa was-was terhadap ritual apa saja yang saya ketahui dan yang saya ikuti, dan ada rasa ingin tahu sampai dimana kebenarannya. Semula timbul rasa kekritisan pada diri saya adalah pada kebiasaan yang terjadi, dimana setia

memulai pengajian atau memulai pertemuan kok mesti dimulai dengan membaca: "ILAA HADHROTIN NABIYYIL MUSHTHOFA AL-FATIHAH  " dan setelah itu kepada para wali dan para arwah leluhur yang sudah meninggal dunia. Demikianlah bacaan yang terus berlangsung dan terkesan sakti, namun membuat diri saya menjadi tercen­gang setiap bapak saya atau guru-guru saya melakukannya, sejak masa itu saya menjadi penasaran kok asyik sekali dimana setiap orang alim yang memimpin acara-acara pertemuan kok mesti memulai dengan kalimat‑kalimat itu. Rasa mencekam, keheranan itu tidak bisa redah dan mengantar­kan saya untuk selalu mencari sampai dimana kebenarannya.

Begitujuga ketika hendak IQOMAH, setiap waktu shalat kita senantiasa men­dengar ada tambahan bacaan: "ALHAMDULILLAHI ROBBIL ALAMIN ALLOOHU AKBAR ALLOOHU AKBAR Saudaraku! sekali lagi coba anda periksa pada bab-bab adzan dikitab manapun, anda pasti tidak akan pernah mendapatkan kalimat-kalimat ini, sama sekali tidak terdapat dalam Kutubus Syittah, hal itu teiah menunjukkan bahwa ini hanyalah rekayasa orang-orang alim ahli bid'ah, agar dipandang tinggi keilmuannya lantas berani menambah-nambah? Padahal Nabi saja tidak berani membuatnya kecuali karena wahyu yang diturunkan kepadanya.

Sungguh heran, kok dari segala lapisan ummat ini tidak ada kecurigaan

kepadanya bahkan terkadang malahan menghujat orang-orang yang berusaha

' meluruskannya, nah hal seperti ini kalau kita perhatikan hanyalah karena kefana­tikan yang sampai tidak ingin tahu. Pokoknya apa kata pak Kyai !.

Saya persilahkan anda untuk tidak berhenti mencoba, semua itu niatkan untu hanya mencapai ridha Allah Boleh saudaraku, sebarkan isi buku ini kepada siapapun yang haus akan kebenaran, tapi Ingat ! Hidayah Hanya dari Allah. Jangan coba-coba anda paksakan orang lain untuk membacanya !

Penuturan kisah perjalanan ruhani sang,"GUS"Putra kyai ahli menyongsong hidayah, disampaikan secara gamblang dan mudah dipahami. lnsya Allah, buku ini akan Menggugah keimanan siapapun.

Kesalahan Moden Dalam Merawat Jenazah

image

Kesalahan Moden Dalam Merawat Jenazah
Penulis : H.Mahrus Ali
Ukuran Buku : 14,5 cm x  21 cm Tebal : 330 halaman
Sampul Depan : Soft Cover
Penerbit : Laa Tasyuki Press - Surabaya
ISBN : 978-602-8455-02-2
Harga Rp. 50.000,-

Sinopsis :

H adir di hadapan anda (di tengah-tengah kita) sebuah tulisan karya putra bangsa, seorang Kyai, Ulama yang kapasitasnya tidak diragukan lagi, KH. Mahrus Ali, Kyai asal dari Jawa Timur hadir dengan pembahasan terhadap perawatan jenazah yang lengkap dan komprehensif, yang telah dijelaskan secara proporsional dan sangat spesifik yang merupakan penyempurnaan buku-buku sebelumnya. Buku dihadapan anda ini adalah salah satu karya yang berupaya untuk memenuhi hal tersebut yang menurut hemat saya patut untuk dibaca.

Tulisan KH. Mahrus Ali dalam buku "Kesalahan Modin Dalam Merawat Jenazah" merupakan ungkapan yang sangat spesifik, berkaitan tentang tatacara para perawat jenazah (Modin) dalam merawat jenazah dengan baik dan benar berdasar­kan atas ajaran Rasulullah membahas masalah aturan-aturan syariah islamiyah khususnya berkaitan dengan perawatan jenazah yang disandarkan kepada dalil­dalil yang shahih, balk dari al-Quran maupun as-Sunnah. Oleh sebab itu, karya tulis ini juga mempunyai keistimewaan dalam hal mencakup materi-materi berkaitan dengan jenazah dengan disertai proses penyimpulan hukum.

Dalam buku ini pembahasan tidak hanya terfokus pada satu madzhab tertentu, tetapi lebih menekankan kepada methode perbandhgan antara pendapat­pendapat antar madzhab. Dan pada permasalahan-permasalahannya juga dipapar­kan oleh penulis usaha untuk merujuk langsung kitab-kitab utama yang juga memperhatikan keshahihan hadits yang dijadikan dalil, dan setiap hadits yang dija­dikan dalil akan ditakhrij dan ditahqiq. Penulis juga menyebutkan pendapat yang rajih atau kuat, terutama manakala di antara pendapat tersebut ada yang bersandar kepada dalil/hadits yang dhaif atau bahkan maudhu atau palsu. (Drs. H. Munawwar, M.Ag.)

Tak Ingin Jadi Kiai

image

Tak Ingin Jadi Kiai
Penulis : H.Mahrus Ali
Ukuran Buku : 14,5 cm x  21 cm Tebal : 332 halaman
Sampul Depan : Soft Cover
Penerbit : Laa Tasyuki Press - Surabaya
ISBN : 978-602-8455-10-7
Harga Rp. 50.000,-

Sinopsis :

B uku ini merupakan refleksi atas kesadaran diri dari sosok yang tidak hanya dididik dan dibesarkan oleh tradisi NU, tetapi telah mengajarkan dan menyebarkan tradisi NU itu sendin, namun setelah menemukan ajaran Nabi t yang diyakini sebagai ajaran Islam yang murni dan bersih, yang belum tercampuri oleh berbagai tradisi asing, maka H. Mahrus Ali ingin mengubur tradisi lama dan menyebarkan tradisi yang menurutnya sebagai Islam yang benar. Adapun label NU disandangkan pada setiap bukunya, semata karena ingin memperoleh perhatian kepada orang yang pernah didakwahi dengan metode dan cara NU, dalam hal ini orang-orang dan komunitas NU. Pelabelan nama NU semata untuk menarik (kembali) semua amaliah-amaliah yang sudah kadung dia dakwahkan dan tersebar ivas, dan dia ingin mencuci bersih apa yang telah didakwahkannya dahulu. Oleh karena itu, sebagai orang yang telah mengetahui yang benar, dia menganjurkan umat Islam, khususnya orang yang perna menerima dakwahnya dahulu, untuk melaksanakan Islam yang benar sebagaimana ya diterima Nabi * dan diajarkan kepada sahabatnya.

Karya tulis H. Mahrus All yang dihasilkan setelah melalui sebuah perenungan dan penelitian terhadap sumber otentik Islam, tidak hanya sebagai bentuk pertanggungjawaban sebagai seorang muslim yang sudah terlanjur telah menyebarkan ajaran Islam yang penuh dengan amaliah bid'ah di masa lalu, tetapi layak dibaca bagi siapapun yang menginginkan dal sebelum melakukan sebuah amaliah, khususnya yang dikategorikan sebagai amalan sunnah untuk membedakan dengan amalan bid'ah. Hal yang tidak bisa dihindari adalah munculnya­respon negatif dari para pengikut yang terlibat aktif dalam amaliah yang disebut sebagai amaliah bid'ah, syirik, dan kufur, khususnya masyarakat NU. Buntut clan respon negatif berupa sikap kaget dan berbentuk sikap dan perilaku yang tidak produktif, seperti cad maki, cemooh, dan berbagai tuduhan terhadap penulis. Bahkan tidak sedikit yang mengarah pada tindakan kekerasan. Hal itu disebabkan tulisan penulis buku ini dianggap menyinggung perasaan atau melecehkan sebuah institusi atau ormas terbesar di Indonesia. Alangkah inclahnya jika respon negatif itu diganti dengan munculnya buku bantahan sehingga tidak hanya memberikan kontribusi positif, berupa pendidikan moral akademik, tetapi juga pendidikan akhlak Islam.

Buku yang berada di hadapan anda ini juga menjelaskan tentang sejumlah orang yang pernah dibesarkan dalam tradisi NU, Namun dalam perjalanan waktu, pertahanan mereka itu ambrol juga sehingga mereka mantap menyatakan keluar dari tradisi bid'ah itu. Mengapa ?

Temukan jawabannya dibuku

 

KAMUS BID'AH

image

Kamus Bid’ah
Penulis : Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan Alu Salman
Ukuran buku : 15,5 cm x  24 cm tebal : liv + 994 halaman
Sampul depan : Hard Cover
Penerbit : Darul Fallah - Jakarta
ISBN : 978-979-3036-98-4
Harga Rp. 200.000,-

Sinopsis :

B uku   ini memiliki titik-titik yang sangat detail dan hal-hal menarik yang sangat indah

sekitar bid'ah. Baik yang khusus berkenaan dengan kaidah-kaidah dan pokok-pokok yang bersifat global maupun rinci yang berdiri sendiri-­sendiri. Penulis tidak pernah meninggalkan bantahan dari lawannya melainkan melemahkannya. la sebutkan asal-muasal semua bid'ah, sandarannya, dan tidak menyepelekan nama-nama yang menyebutkan macam-macam bid'ah dari kalangan para ulama peneliti dan penulis.

Kamus Bid'ah ini disarikan dari 119 kitab-kitab Syaikh Al-Allamah Muhammad Nashiruddin berikut fatwa-fatwanya. Di dalamnya mencakup bid'ah-bid'ah aqidah, thaharah, fithrah, adzan, shalat, masjid, Jum'at, jenazah, haji dan umrah, puasa, dzikir, lagu sufi dan banyak lagi yang lainnya. Disusun oleh dua murid beliau: Abu Ubaidah Masyhur bin Hasan Alu Salman dan Abu Abdillah Ahmad bin Ismail Asy­Syakukani. Buku ini sangat bermanfaat bagi setiap Muslim yang mendambakan dirinya tegak di atas manhaj Ahlussunnah wal Jama'ah, Insya Allah.

Rahasia Kematian, Alam Akhirat & Kiamat

image

Rahasia Kematian, Alam Akhirat & Kiamat
Penulis : Imam Al-Qurthubi
Ukuran buku : 19,5 cm x 26,5 cm  Tebal : xiv+ 646 hlm
Sampul depan : Hard Cover
Penerbit : Akbar Media Jakarta
ISBN : 979-9533-29-5
Harga Rp. 125.000,-

Sinopsis :

RAHASIA KEMATIAN,ALAM AKHIRAT& KIAMAT

 S uatu hari Malaikat Maut (Izrail) mendatangi Nabi Ibrahim as., Sang Kekasih Allah, untuk mencabut nyawanya. Ibrahim lantas berkata, "Hai malaikat maut, pernah kamu lihat ada kekasih mencabut nyawa kekasihnya sendiri?" Izrail lalu naik ke langit untuk mengadukan kepada Allah jawaban Ibrahim itu. Lalu Allah berfirman,

menyuruh Izrail bertanya kepada Ibrahim, "Apakah kamu pernah melihat seorang kekasih yang tidak suka bertemu dengan kekasihnya?" Izrail pun turun untuk menyampaikan pesan itu. Dan Ibrahim lalu berkata, "Cabutlah nyawaku saat ini juga."

Begitulah sorang mukmin semestinya memandang takdir kematian. Bagi seorang yang beriman dan beramal saleh, tak ada yang perlu ditakutkan dari sebuah kematian. Sebab sebagaimana dikatakan oleh Hayyan al­Aswad, "Kematian adalah sebuah jembatan yang menghubungkan pertemuan dua kekasih."

Lantas apakah seorang mukmin mesti berharap kematian segera menjemput? Ternyata tidak. Rasulullah saw. melarang umatnya untuk berharap segera mati. Kenapa?

Jawabannya ada di dalam buku yang merupakan salah satu karya terbesar ulama salaf terkemuka Imam al-Qurthubi ini. Buku ini sangat lengkap membahas tiga fenomena ghaib yang harus dilewati seorang insan setelah jatah usianya di dunia berakhir, yaitu kematian, alam akhirat, dan kiamat.

Dengan menggunakan   Al-Qur'an dan hadits Rasulullah saw.,

Al-Qurthubi mengupas lengkap dan tuntas ketiga hal misteri itu. Ia juga mengupas soal siksa kubur, tentang roh, keluarnya nyawa dari tubuh, juga tentang surga dan neraka, dengan segala kenikmatan dan derita di dalamnya, serta tentang dahsyatnya peristiwa hari kiamat.

Selamat membaca!

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 »

Copyright © 2014 tokobukuaiman · All Rights Reserved